Wastam Sariadi, Sedekah Investasi Terbaik
Harian Republika, 20 April 2007
Berkecukupan secara materi, namun tak ada ketenangan batin. Itulah yang dialami oleh Wastam Sariadi ketika hidupnya hanya mengejar harta duniawi. ""Ketika itu yang ada dalam benak saya hanyalah mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya. Akibatnya jiwa saya terasa kering kerontang,"" kata pria kelahiran Karanganyar, Jatilawang, Banyumas, Jawa Tengah, 12 Februari 1977.
Pemilik perusahaan jamu ini memang berhasil meraih materi yang dikejarnya. Namun hidupnya tidak bahagia. ""Saya sering sakit-sakitan, dan telah berobat ke berbagai tempat, termasuk pengobatan alternatif. Namun tak juga kunjung sembuh. Hidup saya tetap terasa hampa,"" kata pengusaha muda ini. Suatu hari, Oktober tahun 2006, Wastam datang ke toko buku di Purwokerto. Perhatiannya tertuju kepada buku Mencari Tuhan Yang Hilang karya Ustadz Yusuf Mansur. Wastam tertarik. ""Kayak-nya buku ini sangat cocok untuk saya,"" begitu katanya. Ia pun membelinya.
Sesampai di rumah, ia segera membaca buku tersebut. Berhari-hari ia membacanya, dan merasakan isinya sangat menyentuh. Ia pun mendiskusikan buku tersebut kepada istrinya tercinta. Intinya, mereka bersepakat untuk melanggengkan sedekah. Sebagai pengusaha, Wastam telah membuktikan manfaat sedekah itu luar biasa. ""Satu kebaikan dibalas minimal 10 kali, bahkan 700 kali, atau bahkan lebih dari itu. Kenapa bisnis kita tidak kita bikin seperti itu? Kenapa kita tidak berbisnis dengan berbasis sedekah?""
Agama memerintahkan zakat 2,5 persen ditambah dengan sedekah. Wastam kini juga mengamalkannya. ""Dulu, 2,5 persen saja berat rasanya. Sekarang saya tak hitung-hitungan lagi soal sedekah,"" ujarnya. Ia mengibaratkan sedekah itu seperti manajer investasi. ""Sedekah itu ibarat kita menggaji fund manager. Ia kita bayar untuk mengembangkan dana kita.
Bila kita bersedekah 10 persen saja dari keuntungan kita, kata dia, maka Allah akan melipatgandakannya menjadi 100 persen, bahkan ribuan persen. Mana ada fund manager yang sehebat itu? Jadi, sedekah adalah investasi terbaik, yang hasilnya luar biasa,"" ujarnya.
Sedekah tidak hanya mengembangkan harta, tapi juga menjaga keamanan harta yang ada agar tak tercampur dengan sesuatu yang haram maupun hal-hal tidak baik lainnya. ""Jadi, sedekah itu juga berfungsi sebagai security manager,"" ujar lelaki yang sudah dua kali umrah itu.
Wastam mengaku sudah menemukan Tuhan yang hilang. ""Ternyata kebahagiaan itu akan mudah kita raih kalau kita hidup untuk akhirat. Kuncinya ada dalam sedekah,"" kata pria yang mewakafkan lahan seluas 17 hektare di Purwokerto yang disiapkan untuk mengembangkan cabang Ponpes Darul Quran/ Tahfiz Quran Wisata Hati di Jawa Tengah ini.
Oleh : ika
Thursday, May 27, 2010
RAHASIAH BISNIS TANPA MODAL
menjadi pertanyaan, mungkinkah memulai bisnis tanpa modal? Mungkin saja! Anda hanya perlu rahasianya. Sudah banyak orang sukses berbisnis tanpa modal berupa cash money yang besar. Sebut saja Purdi E. Chandra dengan jaringan Primagamanya. Purdi hanya mengandalkan kemampuan melobinya, sekaligus kecerdikan untuk memulai usaha. Anda pun bisa melakukannya!
Rahasia #1: Lakukan bisnis jasa
Saat mencari ide usaha, Anda dapat memilih: menjual barang atau jasa. Menjual barang memerlukan banyak modal. Anda perlu membeli barang lebih dulu dan kemudian dijual kembali. Contohnya pada bisnis ritel, membuat toko kelontong, grosiran sembako. Atau memproduksi barang dulu baru lalu menjualnya, seperti usaha roti, konveksi garmen. Belum lagi kalau barang tidak laku. Berapa modal yang tak kembali? Berbeda dengan bisnis jasa. Anda benar-benar bisa memulai dari modal dengkul. Bisnis ini tidak membuat Anda mengeluarkan banyak biaya! Contohnya Purdi, dengan memulai bisnis bimbingan belajar. Bermula dari 2 siswa dan menempati salah satu ruang rumah kontrakannya, siapa mengira kalau bisnis ini bisa berkembang menggurita.
Rahasia #2: Hemat Biaya
Anda tidak ingin menghabiskan banyak uang, bukan? Karena itu, jaga agar pengeluaran Anda sedikit. Cara terbaik untuk menjaga overhead tetap rendah adalah memulai bisnis dari rumah. Anda bisa menghemat biaya untuk sewa kantor, membayar resepsionis, membayar pajak, izin usaha, dan lain-lain. Jangan berasumsi kalau bisnis rumahan hanya kacangan. Banyak bisnis raksasa dimulai dari rumah: Amazon.com, Microsoft, Xeroc, The Body Shop, Martha Tilaar.
Rahasia #3: Jangan masukkan semua telur dalam satu keranjang
Anda mungkin sudah bekerja sebagai karyawan, saat memutuskan untuk berwirausaha. Mundur dari pekerjaan saat mengawali usaha dari nol mungkin kurang bijaksana. Anda kehilangan sumber penghasilan, sementara usaha Anda belum memberikan hasil yang nyata. Karena itu, pertahankan pekerjaan sembari Anda memulai usaha, Mulailah bisnis paruh waktu. Bila kemudian usaha Anda tampak berkembang, Anda boleh melepaskan pekerjaan sebagai karyawan.
Rahasia #4: Lihat kebutuhan pasar
Ini adalah aturan utama bisnis. Anda harus menawarkan jasa yang dibutuhkan oleh banyak orang dan mereka bersedia membayarnya. Membuat usaha jasa memotong rumput dan pohon, bagus, tetapi jika Anda berada di tengah kota di mana banyak rumah tanpa halaman, siapa yang akan memakai jasa Anda? Karena itu, lakukan riset pasar. Saat ini ada banyak usaha jasa yang bisa dilakukan. Anda suka menulis? Buka jasa penulisan entah biografi, web content, ghostwriter, company profile, dan sebagainya. Suka menggambar dan desain? Bikin jasa desain iklan, website, cover buku, atau ilustrator. Bahkan suka omong pun bisa dijadikan ladang usaha. Jadi presenter, misalnya. Yang jelas, pastikan ada konsumen yang membutuhkan jasa Anda.
Anda telah mengetahui rahasianya. Jika Anda melakukannya, peluang sukses Anda akan jauh lebih besar. Selamat berusaha!
Oleh: Dessy Danarti
Penulis buku "Dari Hobi menjadi Hoki" (Penerbit Andi, 2005)
Sumber: www.beritanet.com
Rahasia #1: Lakukan bisnis jasa
Saat mencari ide usaha, Anda dapat memilih: menjual barang atau jasa. Menjual barang memerlukan banyak modal. Anda perlu membeli barang lebih dulu dan kemudian dijual kembali. Contohnya pada bisnis ritel, membuat toko kelontong, grosiran sembako. Atau memproduksi barang dulu baru lalu menjualnya, seperti usaha roti, konveksi garmen. Belum lagi kalau barang tidak laku. Berapa modal yang tak kembali? Berbeda dengan bisnis jasa. Anda benar-benar bisa memulai dari modal dengkul. Bisnis ini tidak membuat Anda mengeluarkan banyak biaya! Contohnya Purdi, dengan memulai bisnis bimbingan belajar. Bermula dari 2 siswa dan menempati salah satu ruang rumah kontrakannya, siapa mengira kalau bisnis ini bisa berkembang menggurita.
Rahasia #2: Hemat Biaya
Anda tidak ingin menghabiskan banyak uang, bukan? Karena itu, jaga agar pengeluaran Anda sedikit. Cara terbaik untuk menjaga overhead tetap rendah adalah memulai bisnis dari rumah. Anda bisa menghemat biaya untuk sewa kantor, membayar resepsionis, membayar pajak, izin usaha, dan lain-lain. Jangan berasumsi kalau bisnis rumahan hanya kacangan. Banyak bisnis raksasa dimulai dari rumah: Amazon.com, Microsoft, Xeroc, The Body Shop, Martha Tilaar.
Rahasia #3: Jangan masukkan semua telur dalam satu keranjang
Anda mungkin sudah bekerja sebagai karyawan, saat memutuskan untuk berwirausaha. Mundur dari pekerjaan saat mengawali usaha dari nol mungkin kurang bijaksana. Anda kehilangan sumber penghasilan, sementara usaha Anda belum memberikan hasil yang nyata. Karena itu, pertahankan pekerjaan sembari Anda memulai usaha, Mulailah bisnis paruh waktu. Bila kemudian usaha Anda tampak berkembang, Anda boleh melepaskan pekerjaan sebagai karyawan.
Rahasia #4: Lihat kebutuhan pasar
Ini adalah aturan utama bisnis. Anda harus menawarkan jasa yang dibutuhkan oleh banyak orang dan mereka bersedia membayarnya. Membuat usaha jasa memotong rumput dan pohon, bagus, tetapi jika Anda berada di tengah kota di mana banyak rumah tanpa halaman, siapa yang akan memakai jasa Anda? Karena itu, lakukan riset pasar. Saat ini ada banyak usaha jasa yang bisa dilakukan. Anda suka menulis? Buka jasa penulisan entah biografi, web content, ghostwriter, company profile, dan sebagainya. Suka menggambar dan desain? Bikin jasa desain iklan, website, cover buku, atau ilustrator. Bahkan suka omong pun bisa dijadikan ladang usaha. Jadi presenter, misalnya. Yang jelas, pastikan ada konsumen yang membutuhkan jasa Anda.
Anda telah mengetahui rahasianya. Jika Anda melakukannya, peluang sukses Anda akan jauh lebih besar. Selamat berusaha!
Oleh: Dessy Danarti
Penulis buku "Dari Hobi menjadi Hoki" (Penerbit Andi, 2005)
Sumber: www.beritanet.com
Pelajaran Berharga dari Fotografi
badaiSaya gemar fotografi landscape, sangking seringnya memfoto saya diberi rezeki berupa kesempatan untuk berjumpa dengan tornado yang cukup besar dan berhasil memfotonya dengan baik (walaupun takut dan tegang ndak karuan).
Dengan bangga saya pamerkan foto tornado saya tersebut ke teman2, ada beberapa yang dengan spontan menjawab "kau beruntung sekali", dalam hati saya 100% setuju dengan pernyataan tersebut, saya benar-benar beruntung, tapi karena melihat situasi saat itu juga hadir teman2 yang ‘rada pemalas’ maka saya menjawabnya dengan sedikit menyindir, saya jawab "ya saya benar-benar beruntung karena saya rajin kepantai untuk mengambil foto, seandainya saya rajin berpangku tangan dirumah mana mungkin saya bisa beruntung memfoto tornado tsb dengan hasil yang baik"
Maksud pernyataan saya tersebut adalah mungkin saja Anda punya alat fotografi canggih, namun karena jarangnya Anda keluar mengambil foto maka :
- Kesempatan Anda untuk menemukan momen2 istimewa menjadi lebih kecil daripada jika Anda sering keluar mengambil foto.
- Karena jarangnya praktek, maka saat ada kejadian istimewa tsb mungkin Anda begitu tegang sehingga tidak ada satupun foto yang bagus baik dari sisi teknis dan kualitas gambar.
- Karena kurangnya motivasi dan ambisi maka bisa jadi Anda lari saat kejadian tersebut berlangsung, bukannya mengambil kamera, mengatur setting dengan baik dan mengambil foto dengan tenang.
Nah contoh pengalaman diatas sama dengan yang kita alami sebagai pengusaha, penuh dengan faktor usaha, motivasi, pengalaman, ketegangan dan faktor keberuntungan.
Usaha yang Bertemu dengan Peluang
Sekitar 13 tahun yang lalu seorang teman berbagi ilmu dengan saya, bahwa di suatu buku ‘barat’ ditulis bahwa keberuntungan adalah "USAHA yang bertemu dengan PELUANG", artinya timing dan momen-nya pas, ketemu di suatu titik, artinya jika tidak usaha maka pasti peluang tsb tidak akan ditemukan, tapi jika memang nasib tidak bagus maka sehebat apapun usahanya maka peluang tersebut tidak akan ketemu.
Nah dari perjalanan hidup kita sebagai pengusaha muslim dapat kita simpulkan bahwa berhasil tidaknya dan seberapa cepat kita bisa ketemu dengan peluang (setelah kita berusaha dengan sungguh-sungguh) adalah murni peran Yang Maha Kuasa Allah Ta’ala, yaitu apakah kita dimudahkan untuk bertemu dengan peluang tersebut atau tidak. Sehingga akhirnya dapat dinyatakan kita beruntung.
Meskipun harus diakui bahwa usaha (ikhtiar) kita pun tidak luput dari kekuasaan Allah Ta’ala, karena kalau kita diciptakan sebagai manusia idiot tentu saya tidak dapat menulis artikel ini dan Anda tentu tidak akan membacanya, atau jari2 saya dibuat kaku dan mata Anda dibuat rabun….
Orang Bodoh dan Orang Pintar
Lagi-lagi seorang teman menasehati saya dan beruntung saya punya teman yang senang memberi nasehat, bahwa dia pernah mendengar dari seorang pengusaha disuatu seminar bahwa "Orang bodoh dikalahkan oleh orang pintar, orang pintar dikalahkan oleh orang curang, orang curang dikalahkan oleh …." setelah kutunggu-tunggu ternyata jawabannya adalah "… dikalahkan oleh orang yang beruntung", karena ada saja jalan keluar untuk selamat dari kejahatan orang yang curang tsb.
Namun bagaimana caranya agar jadi orang beruntung ? pengusaha tersebut menjawab yaitu dengan berbuat baik kepada manusia maka nanti yang dilangit akan baik kepadamu.
Saya terus penasaran, karena jawaban tersebut rasanya pernah saya dengar dalam Al-Quran atau Hadist, sehingga segera saya membuka program Al-Quran di komputer, mencari kata ‘beruntung’ ternyata keluar banyak sekali ayat-ayat yang menerangkan cara agar kita beruntung, atau cari kata ‘rugi’, dst… (Silahkan Anda lakukan dan temukan "ayat2 sukses" tersebut).
Mereka itulah yang membeli kesesatan dengan petunjuk, maka tidaklah beruntung perniagaannya dan tidaklah mereka mendapat petunjuk. (QS. 2:16)
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertaqwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan. (QS. 3:130)
Maka ingatlah nikmat-nikmat Allah supaya kamu mendapat keberuntungan. (QS. 7:69)
Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (al-Qur’an), mereka itulah orang-orang yang beruntung. (QS. 7:157)
Sesungguhnya tiadalah beruntung orang-orang yang berbuat dosa. (QS. 10:17)
Sesungguhnya orang-orang yang zalim tiada akan beruntung. (QS. 12:23)
Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman. (QS. 23:1)
Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu tiada beruntung. (QS. 23:117)
Dan bertaubatlah kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. (QS. 24:31)
Aduhai benarlah, tidak beruntung orang-orang yang mengingkari (nikmat Allah)". (QS. 28:82)
Dst….
Demikian juga dengan Hadist-hadist yang terkait dengan masalah ini ternyata banyak sekali :
"Orang yang pengasih akan di kasihi Dzat yang Maha Pengasih, kasihilah yang di bumi, maka yang di langit akan mengasihimu." HR. Tirmidzi
"Allah ta’ala menolong seorang hamba selagi hamba tersebut menolong sesamanya." HR. Muslim
"Barang siapa menolong saudaranya yang membutuhkan maka Allah ta’ala akan menolongnya." HR. Muslim
"Barang siapa yang mempermudah kesulitan orang lain, maka Allah ta’ala akan mempermudah urusannya di dunia dan akhirat." HR. Muslim
"Barang siapa yang tidak menaruh belas kasihan terhadap sesamanya, maka Allah ta’ala tidak akan mengasihinya." HR. Muslim
"Barang siapa yang mampu memberikan kemanfaatan kepada saudaranya hendaklah ia lakukan." HR. Muslim
"Bukankah kalian ditolong dan diberi rizki lantaran orang-orang lemah di antara kalian?" HR. Bukhari
"Barangsiapa yang suka rezkinya akan diluaskan dan diakhirkan ajalnya maka hendaklah menyambung tali persaudaraan." HR. Al-Bukhari dan Muslim
"Carilah (keridhaan)ku melalui orang-orang lemah di antara kalian. Karena sesungguhnya kalian diberi rizki dan ditolong dengan sebab orang-orang lemah di antara kalian." Ahmad, Abu Daud, At-Tirmidzi, dll.
Cerita Pengemis
Suatu hari saat saya masih bermukim di bandung sekitar tahun 1995, ketika itu mobil yang saya kemudikan sedang antri di trafic light dimana mobil saya berada diurutan ke lima dibelakang 4 mobil mewah, seorang pengemis bergerak dari satu mobil ke mobil yang lainnya menjulurkan tangannya, tidak satupun pengemudi mobil-mobil tersebut memberikan uang, saya tidak tega melihatnya dan segera menyiapkan uang untuk sang pengemis, tapi apa yang terjadi adalah setelah melewati mobil ke 4 dia malah kembali ke trafic light dan mengabaikan mobil saya (yang waktu itu masih daihatsu espass).
Saya merenung didalam hati, mungkin karena mobil saya espass, maka ia menganggap percuma saja menuju ketempat saya, sedangkan pengemudi 4 mobil mewah yang ada didepan saja tidak memberi apa-apa, apalagi pengemudi espass (padahal boleh jadi pengemudi 4 mobil mewah tersebut adalah supir, sedangkan pengemudi espass ini adalah pengusaha).
Lantas yang salah siapa disini jika dia tidak mendapatkan uang ? apakah Allah Ta’ala memang tidak mau memberi rezeki kepada dia atau usaha dia yang kurang ? tinggal satu mobil lagi belum dicoba tapi dia sudah berputus asa.
Kejadian tersebut menjadi pelajaran yang sangat berharga buat saya saat itu hingga sekarang ini, bahwa sebelum kita menyatakan ini sudah takdir Tuhan, maka alangkah baiknya jika kita benar-benar berusaha semaksimal mungkin yang terbaik yang bisa kita lakukan, jangan sampai ada kesempatan/peluang yang terlewatkan.
Kesimpulan
Sebagai pengusaha muslim kita dituntut ‘berusaha’ sungguh-sungguh, terus belajar dan cerdas, namun apakah mungkin rezeki bisa kita peroleh jika Allah Ta’ala murka (tidak ridho) terhadap kita ? sedangkan Ia adalah pemilik perbendaharaan alam semesta ini ? tentulah sangat naif jika kita bekerja banting tulang ingin memperoleh rezeki dibumi milikNya menggunakan tubuh yang diberikanNya namun dengan cara yang dimurkaiNya, selalu bermaksiat kepadaNya dan tidak perduli kepada hamba-hambaNya yang lemah, apakah mungkin ? ataukah sebaliknya, rezeki yang diperoleh justru melimpah tapi tidak berkah ? malah menjadi musibah ? istri selingkuh, anak durhaka, dll.
"Barangsiapa bertaqwa kepada Allah dengan melakukan apa yang diperintahkanNya dan meninggalkan apa yang dilarangNya, niscaya Allah akan memberinya jalan keluar serta rizki dari arah yg tidak disangka-sangka, yakni dari arah yang tidak pernah terlintas dalam benaknya." QS. Ath-Thalaq: 2-3 (Tafsir Ibnu Katsir)
"Sesungguhnya Allah berfirman, ‘wahai anak Adam!, beribadahlah sepenuhnya kepadaKu, niscaya Aku penuhi (hatimu yg ada) di dalam dada dengan kekayaan dan Aku penuhi kebutuhanmu. Jika tidak niscaya Aku penuhi tanganmu dgn kesibukan & tidak Aku penuhi kebutuhanmu". HR. Ahmad, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, dll.
Fadil Basymeleh
PT Zahir Internasional
Banner PM
pengusahamuslim.com - Komunitas Bisnis - Wirausaha - Pengusaha Sukses Dunia Akhirat
Milis Diskusi
milis-pm2
Klik disini untuk bergabung dengan milis diskusi PengusahaMuslim.com
(lebih dari 3500 anggota)
Berlangganan
Feed Subscribes
Sponsor
Zahir Accounting
User Menu
Home
Buku Tamu
Kajian Audio MP3
Kajian.Net
Radio Dakwah
Klik disini untuk menampilkan radio box di website atau blog Anda.
Radio al-Hkmah
Link Bermanfaat
* Kajian.Net
* Almanhaj.or.id
* EkonomiSyariat.com
* Muslim.or.id
* Rumaysho.com
* Hatibening.com
* UstadzKholid.com
* Islam-Download.net
Space Iklan
Sedang Online
Kami memiliki 109 Tamu online
Dengan bangga saya pamerkan foto tornado saya tersebut ke teman2, ada beberapa yang dengan spontan menjawab "kau beruntung sekali", dalam hati saya 100% setuju dengan pernyataan tersebut, saya benar-benar beruntung, tapi karena melihat situasi saat itu juga hadir teman2 yang ‘rada pemalas’ maka saya menjawabnya dengan sedikit menyindir, saya jawab "ya saya benar-benar beruntung karena saya rajin kepantai untuk mengambil foto, seandainya saya rajin berpangku tangan dirumah mana mungkin saya bisa beruntung memfoto tornado tsb dengan hasil yang baik"
Maksud pernyataan saya tersebut adalah mungkin saja Anda punya alat fotografi canggih, namun karena jarangnya Anda keluar mengambil foto maka :
- Kesempatan Anda untuk menemukan momen2 istimewa menjadi lebih kecil daripada jika Anda sering keluar mengambil foto.
- Karena jarangnya praktek, maka saat ada kejadian istimewa tsb mungkin Anda begitu tegang sehingga tidak ada satupun foto yang bagus baik dari sisi teknis dan kualitas gambar.
- Karena kurangnya motivasi dan ambisi maka bisa jadi Anda lari saat kejadian tersebut berlangsung, bukannya mengambil kamera, mengatur setting dengan baik dan mengambil foto dengan tenang.
Nah contoh pengalaman diatas sama dengan yang kita alami sebagai pengusaha, penuh dengan faktor usaha, motivasi, pengalaman, ketegangan dan faktor keberuntungan.
Usaha yang Bertemu dengan Peluang
Sekitar 13 tahun yang lalu seorang teman berbagi ilmu dengan saya, bahwa di suatu buku ‘barat’ ditulis bahwa keberuntungan adalah "USAHA yang bertemu dengan PELUANG", artinya timing dan momen-nya pas, ketemu di suatu titik, artinya jika tidak usaha maka pasti peluang tsb tidak akan ditemukan, tapi jika memang nasib tidak bagus maka sehebat apapun usahanya maka peluang tersebut tidak akan ketemu.
Nah dari perjalanan hidup kita sebagai pengusaha muslim dapat kita simpulkan bahwa berhasil tidaknya dan seberapa cepat kita bisa ketemu dengan peluang (setelah kita berusaha dengan sungguh-sungguh) adalah murni peran Yang Maha Kuasa Allah Ta’ala, yaitu apakah kita dimudahkan untuk bertemu dengan peluang tersebut atau tidak. Sehingga akhirnya dapat dinyatakan kita beruntung.
Meskipun harus diakui bahwa usaha (ikhtiar) kita pun tidak luput dari kekuasaan Allah Ta’ala, karena kalau kita diciptakan sebagai manusia idiot tentu saya tidak dapat menulis artikel ini dan Anda tentu tidak akan membacanya, atau jari2 saya dibuat kaku dan mata Anda dibuat rabun….
Orang Bodoh dan Orang Pintar
Lagi-lagi seorang teman menasehati saya dan beruntung saya punya teman yang senang memberi nasehat, bahwa dia pernah mendengar dari seorang pengusaha disuatu seminar bahwa "Orang bodoh dikalahkan oleh orang pintar, orang pintar dikalahkan oleh orang curang, orang curang dikalahkan oleh …." setelah kutunggu-tunggu ternyata jawabannya adalah "… dikalahkan oleh orang yang beruntung", karena ada saja jalan keluar untuk selamat dari kejahatan orang yang curang tsb.
Namun bagaimana caranya agar jadi orang beruntung ? pengusaha tersebut menjawab yaitu dengan berbuat baik kepada manusia maka nanti yang dilangit akan baik kepadamu.
Saya terus penasaran, karena jawaban tersebut rasanya pernah saya dengar dalam Al-Quran atau Hadist, sehingga segera saya membuka program Al-Quran di komputer, mencari kata ‘beruntung’ ternyata keluar banyak sekali ayat-ayat yang menerangkan cara agar kita beruntung, atau cari kata ‘rugi’, dst… (Silahkan Anda lakukan dan temukan "ayat2 sukses" tersebut).
Mereka itulah yang membeli kesesatan dengan petunjuk, maka tidaklah beruntung perniagaannya dan tidaklah mereka mendapat petunjuk. (QS. 2:16)
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertaqwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan. (QS. 3:130)
Maka ingatlah nikmat-nikmat Allah supaya kamu mendapat keberuntungan. (QS. 7:69)
Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (al-Qur’an), mereka itulah orang-orang yang beruntung. (QS. 7:157)
Sesungguhnya tiadalah beruntung orang-orang yang berbuat dosa. (QS. 10:17)
Sesungguhnya orang-orang yang zalim tiada akan beruntung. (QS. 12:23)
Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman. (QS. 23:1)
Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu tiada beruntung. (QS. 23:117)
Dan bertaubatlah kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. (QS. 24:31)
Aduhai benarlah, tidak beruntung orang-orang yang mengingkari (nikmat Allah)". (QS. 28:82)
Dst….
Demikian juga dengan Hadist-hadist yang terkait dengan masalah ini ternyata banyak sekali :
"Orang yang pengasih akan di kasihi Dzat yang Maha Pengasih, kasihilah yang di bumi, maka yang di langit akan mengasihimu." HR. Tirmidzi
"Allah ta’ala menolong seorang hamba selagi hamba tersebut menolong sesamanya." HR. Muslim
"Barang siapa menolong saudaranya yang membutuhkan maka Allah ta’ala akan menolongnya." HR. Muslim
"Barang siapa yang mempermudah kesulitan orang lain, maka Allah ta’ala akan mempermudah urusannya di dunia dan akhirat." HR. Muslim
"Barang siapa yang tidak menaruh belas kasihan terhadap sesamanya, maka Allah ta’ala tidak akan mengasihinya." HR. Muslim
"Barang siapa yang mampu memberikan kemanfaatan kepada saudaranya hendaklah ia lakukan." HR. Muslim
"Bukankah kalian ditolong dan diberi rizki lantaran orang-orang lemah di antara kalian?" HR. Bukhari
"Barangsiapa yang suka rezkinya akan diluaskan dan diakhirkan ajalnya maka hendaklah menyambung tali persaudaraan." HR. Al-Bukhari dan Muslim
"Carilah (keridhaan)ku melalui orang-orang lemah di antara kalian. Karena sesungguhnya kalian diberi rizki dan ditolong dengan sebab orang-orang lemah di antara kalian." Ahmad, Abu Daud, At-Tirmidzi, dll.
Cerita Pengemis
Suatu hari saat saya masih bermukim di bandung sekitar tahun 1995, ketika itu mobil yang saya kemudikan sedang antri di trafic light dimana mobil saya berada diurutan ke lima dibelakang 4 mobil mewah, seorang pengemis bergerak dari satu mobil ke mobil yang lainnya menjulurkan tangannya, tidak satupun pengemudi mobil-mobil tersebut memberikan uang, saya tidak tega melihatnya dan segera menyiapkan uang untuk sang pengemis, tapi apa yang terjadi adalah setelah melewati mobil ke 4 dia malah kembali ke trafic light dan mengabaikan mobil saya (yang waktu itu masih daihatsu espass).
Saya merenung didalam hati, mungkin karena mobil saya espass, maka ia menganggap percuma saja menuju ketempat saya, sedangkan pengemudi 4 mobil mewah yang ada didepan saja tidak memberi apa-apa, apalagi pengemudi espass (padahal boleh jadi pengemudi 4 mobil mewah tersebut adalah supir, sedangkan pengemudi espass ini adalah pengusaha).
Lantas yang salah siapa disini jika dia tidak mendapatkan uang ? apakah Allah Ta’ala memang tidak mau memberi rezeki kepada dia atau usaha dia yang kurang ? tinggal satu mobil lagi belum dicoba tapi dia sudah berputus asa.
Kejadian tersebut menjadi pelajaran yang sangat berharga buat saya saat itu hingga sekarang ini, bahwa sebelum kita menyatakan ini sudah takdir Tuhan, maka alangkah baiknya jika kita benar-benar berusaha semaksimal mungkin yang terbaik yang bisa kita lakukan, jangan sampai ada kesempatan/peluang yang terlewatkan.
Kesimpulan
Sebagai pengusaha muslim kita dituntut ‘berusaha’ sungguh-sungguh, terus belajar dan cerdas, namun apakah mungkin rezeki bisa kita peroleh jika Allah Ta’ala murka (tidak ridho) terhadap kita ? sedangkan Ia adalah pemilik perbendaharaan alam semesta ini ? tentulah sangat naif jika kita bekerja banting tulang ingin memperoleh rezeki dibumi milikNya menggunakan tubuh yang diberikanNya namun dengan cara yang dimurkaiNya, selalu bermaksiat kepadaNya dan tidak perduli kepada hamba-hambaNya yang lemah, apakah mungkin ? ataukah sebaliknya, rezeki yang diperoleh justru melimpah tapi tidak berkah ? malah menjadi musibah ? istri selingkuh, anak durhaka, dll.
"Barangsiapa bertaqwa kepada Allah dengan melakukan apa yang diperintahkanNya dan meninggalkan apa yang dilarangNya, niscaya Allah akan memberinya jalan keluar serta rizki dari arah yg tidak disangka-sangka, yakni dari arah yang tidak pernah terlintas dalam benaknya." QS. Ath-Thalaq: 2-3 (Tafsir Ibnu Katsir)
"Sesungguhnya Allah berfirman, ‘wahai anak Adam!, beribadahlah sepenuhnya kepadaKu, niscaya Aku penuhi (hatimu yg ada) di dalam dada dengan kekayaan dan Aku penuhi kebutuhanmu. Jika tidak niscaya Aku penuhi tanganmu dgn kesibukan & tidak Aku penuhi kebutuhanmu". HR. Ahmad, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, dll.
Fadil Basymeleh
PT Zahir Internasional
Banner PM
pengusahamuslim.com - Komunitas Bisnis - Wirausaha - Pengusaha Sukses Dunia Akhirat
Milis Diskusi
milis-pm2
Klik disini untuk bergabung dengan milis diskusi PengusahaMuslim.com
(lebih dari 3500 anggota)
Berlangganan
Feed Subscribes
Sponsor
Zahir Accounting
User Menu
Home
Buku Tamu
Kajian Audio MP3
Kajian.Net
Radio Dakwah
Klik disini untuk menampilkan radio box di website atau blog Anda.
Radio al-Hkmah
Link Bermanfaat
* Kajian.Net
* Almanhaj.or.id
* EkonomiSyariat.com
* Muslim.or.id
* Rumaysho.com
* Hatibening.com
* UstadzKholid.com
* Islam-Download.net
Space Iklan
Sedang Online
Kami memiliki 109 Tamu online
Sunday, April 25, 2010
ide bisnis
Bisnis berbasis rumahan adalah usaha kecil. Kini mendapatkan ide usaha kecil bukan lagi hal yang sulit. Yang anda perlukan adakah mengembangkan ide usaha kecil ke dalam tiga tahapan.
Langkah pertama adalah menentukan usaha yang membuat anda merasa nyaman dalam waktu lama.
Terkadang, hal terberat dalam memulai usaha adalah mendapatkan ide usaha. Lakukan beberapa riset usaha kecil. Anda dapat melakukannya melalui Google, cari ide usaha kecil dan usaha rumahan, sehingga anda mendapatkan banyak ide usaha dan dapat memilih jenis usaha yang sesuai.
Anda akan segera menemukan bagaimana mengubah ide kedalam usaha kecil yang dapat berkembang. Baca bagaimana orang lain mewujudkan ide menjadi kenyataan. Lihat ide bisnis yang unik dimana usaha kecil dapat berkembang pesat.
Langkah kedua adalah menentukan target market.
Tahap tersebut meliputi bagaiamana anda memberikan barang atau jasa pada pelanggan dimana anda akan menentukan marketing plan. Anda harus menentukan marketing plan untuk ide usah. Kembangkan strategi marketing usaha kecil dan lihat bagaimana pengusaha lain menggunakan pemasarannya untuk mengembangkan usahanya.
Langkah ketiga adalah menentukan anggaran marketing.
Anda harus tahu, saat memulai usaha, kegiatan marketing adalah hal terpenting dalam jadwal anda. Keuntungan dari pengusaha rumahan adalah anda tidak memiliki overhead yang tinggi, sehingga anda hanya perlu menentukan anggaran untuk iklan dan memasarkan ide usaha kecil anda. Ada strategi dasar yang dapat anda terapkan untuk memasarkan usaha sesuai dengan anggaran.
Pelajari bagaimana anda bisa kreatif dalam memasarkan usaha dan pada akhirnya akan mengembangkan usaha anda tanpa menghabiskan ribuan dollar.
Saya sangat yakin jika seseorang menemukan kenikmatan dan kebahagiaan dalam usaha yang mereka jalankan, bekerja keras, dan memberikan waktu untuk tumbuh, mereka akan menemukan kesuksesan.
Oleh: Evans Love
Sumber: www.marketingsource.com
Diterjemahkan oleh : Iin untuk pengusahamuslim.com
Banner PM
pengusahamuslim.com - Komunitas Bisnis - Wirausaha - Pengusaha Sukses Dunia Akhirat
Milis Diskusi
milis-pm2
Klik disini untuk bergabung dengan milis diskusi PengusahaMuslim.com
(lebih dari 3500 anggota)
Berlangganan
Feed Subscribes
Sponsor
Langkah pertama adalah menentukan usaha yang membuat anda merasa nyaman dalam waktu lama.
Terkadang, hal terberat dalam memulai usaha adalah mendapatkan ide usaha. Lakukan beberapa riset usaha kecil. Anda dapat melakukannya melalui Google, cari ide usaha kecil dan usaha rumahan, sehingga anda mendapatkan banyak ide usaha dan dapat memilih jenis usaha yang sesuai.
Anda akan segera menemukan bagaimana mengubah ide kedalam usaha kecil yang dapat berkembang. Baca bagaimana orang lain mewujudkan ide menjadi kenyataan. Lihat ide bisnis yang unik dimana usaha kecil dapat berkembang pesat.
Langkah kedua adalah menentukan target market.
Tahap tersebut meliputi bagaiamana anda memberikan barang atau jasa pada pelanggan dimana anda akan menentukan marketing plan. Anda harus menentukan marketing plan untuk ide usah. Kembangkan strategi marketing usaha kecil dan lihat bagaimana pengusaha lain menggunakan pemasarannya untuk mengembangkan usahanya.
Langkah ketiga adalah menentukan anggaran marketing.
Anda harus tahu, saat memulai usaha, kegiatan marketing adalah hal terpenting dalam jadwal anda. Keuntungan dari pengusaha rumahan adalah anda tidak memiliki overhead yang tinggi, sehingga anda hanya perlu menentukan anggaran untuk iklan dan memasarkan ide usaha kecil anda. Ada strategi dasar yang dapat anda terapkan untuk memasarkan usaha sesuai dengan anggaran.
Pelajari bagaimana anda bisa kreatif dalam memasarkan usaha dan pada akhirnya akan mengembangkan usaha anda tanpa menghabiskan ribuan dollar.
Saya sangat yakin jika seseorang menemukan kenikmatan dan kebahagiaan dalam usaha yang mereka jalankan, bekerja keras, dan memberikan waktu untuk tumbuh, mereka akan menemukan kesuksesan.
Oleh: Evans Love
Sumber: www.marketingsource.com
Diterjemahkan oleh : Iin untuk pengusahamuslim.com
Banner PM
pengusahamuslim.com - Komunitas Bisnis - Wirausaha - Pengusaha Sukses Dunia Akhirat
Milis Diskusi
milis-pm2
Klik disini untuk bergabung dengan milis diskusi PengusahaMuslim.com
(lebih dari 3500 anggota)
Berlangganan
Feed Subscribes
Sponsor
bisnis pendidikan
DOKTER YANG GEMAR BERBISNIS
Bakat berbisnis dokter yang bernama lengkap Martina Sylviarini ini, kian terlihat ketika ia mendirikan Moeslem Baby School tahun 2006 silam di kota Malang, Jawa Timur. Sekolah baby muslim itu, terus berkembang, hingga belum lama ini berekspansi dengan pola franchise.
Vivi – begitu lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang disapa, mendirikan Moeslem Baby School sejurus dengan kecintaannya akan dunia anak-anak serta sebuah tujuan mulia untuk mempersiapkan generasi bangsa yang terbaik.
“Saya mencintai dunia anak-anak dan saya ingin ada satu sekolah yang betul-betul memperhatikan tumbuh kembang anak secara holistik tidak hanya dari sisi pendidikan tetapi juga secara medisnya,” pungkas ibu tiga anak ini.
Sebagai seorang dokter, dirinya mengatakan, dokter juga harus bisa berbisnis karena bila tidak memiliki kemampuan menjual maka tidak bisa mendapatkan pasien. Berbisnis dengan mendirikan Moeslim Baby School, dikatakan sebagi seni berbisnis.
Dokter kelahiran Malang tahun 1979 , sudah memiliki bakat berbisnis sejak kecil. “Saya suka bisnis, dari sekolah dasar dengan menjual apa saja ke teman-teman saya. Saya rasa bisnis itu ada gunanya,” ceritanya.
Membangun sebuah Moeslem Baby Schoo ada sebuah tantangan baginya. Tetapi sebesar atau sekecil apapun tantangannya, kalau dasarnya sudah suka dengan bidang bisnis itu apapupun akan terasa mudah. (Alan Jehunat).
Bakat berbisnis dokter yang bernama lengkap Martina Sylviarini ini, kian terlihat ketika ia mendirikan Moeslem Baby School tahun 2006 silam di kota Malang, Jawa Timur. Sekolah baby muslim itu, terus berkembang, hingga belum lama ini berekspansi dengan pola franchise.
Vivi – begitu lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang disapa, mendirikan Moeslem Baby School sejurus dengan kecintaannya akan dunia anak-anak serta sebuah tujuan mulia untuk mempersiapkan generasi bangsa yang terbaik.
“Saya mencintai dunia anak-anak dan saya ingin ada satu sekolah yang betul-betul memperhatikan tumbuh kembang anak secara holistik tidak hanya dari sisi pendidikan tetapi juga secara medisnya,” pungkas ibu tiga anak ini.
Sebagai seorang dokter, dirinya mengatakan, dokter juga harus bisa berbisnis karena bila tidak memiliki kemampuan menjual maka tidak bisa mendapatkan pasien. Berbisnis dengan mendirikan Moeslim Baby School, dikatakan sebagi seni berbisnis.
Dokter kelahiran Malang tahun 1979 , sudah memiliki bakat berbisnis sejak kecil. “Saya suka bisnis, dari sekolah dasar dengan menjual apa saja ke teman-teman saya. Saya rasa bisnis itu ada gunanya,” ceritanya.
Membangun sebuah Moeslem Baby Schoo ada sebuah tantangan baginya. Tetapi sebesar atau sekecil apapun tantangannya, kalau dasarnya sudah suka dengan bidang bisnis itu apapupun akan terasa mudah. (Alan Jehunat).
Wednesday, March 3, 2010
Persistence..the Number One Secret Of Being Successful
Persistence..the Number One Secret Of Being Successful
By:Frederick Brooker
If you strongly wish to succeed with anything in life, being persistent is almost always vital to that success. It doesn’t matter whether it’s in business, sporting activity or social life, persistency has an important role to play. Without persistency, it is all too easy to give up, tell yourself you’ll never master it and then go on to the next best thing.
The quality of persistency is something that has enabled man to rise above all animals and succeed in so many areas.
If it wasn’t for persistency, the world would today be a much poorer place than it now is. Have you ever thought that if it wasn’t for the persistence of Edison we may not today have electric lighting? For years his fellow scientists mocked his experiments to create an electric light bulb.
What was his reaction? He said that he hadn’t failed, he had succeeded many times in discovering how not to make the light bulb work. But he persistently carried on until one day, Bingo it worked! How many times must he have felt like giving up, but no. His persistency won through in the end. What elation he must have felt on that day. It had all been worthwhile! As Sir Winston Churchill once said “Success is the ability to go from failure to failure with no loss of enthusiasm”
Always be enthusiastic about things you want to achieve without giving in. In another of Sir Winston Churchill’s famous speeches he said “Never give in - never, never, never, never, in nothing great or small, large or petty, never give in, except to convictions of honor and good sense”.
So you see, throughout history mankind’s greatest achievements would never have come about were it not for dogged persistence on the part of the achievers. According to another well known phrase, “There is no gain without pain”
Persistence and self discipline go hand in hand. You can’t’ have one without the other.
Whatever it is you want to achieve, whatever goal you set yourself, you cannot and will not succeed without those two elements of persistence and self discipline. Whenever you’re working on your chosen subject, there will be times when your enthusiasm wanes. You will feel that you do not wish to carry on, you’re bored, and everything you try to do doesn’t seem to work. You want to give up and try something else. That’s the time when your self discipline has to “kick in” because if you do give up and then go onto something new, you’ll find that you’ll be doing that over and over again. You’ll be hopping, grasshopper like, from one project to the next and never getting anywhere. I know I’ve been guilty of that myself in the past.
The world is full of talented people, some with brilliant ideas who never achieve anything because they have lacked those two essential qualities of self discipline and persistence. Sometimes we can recognize the lack of those essential elements within ourselves. For instance….
Have you ever had a good (or even brilliant) idea about how to do or improve something and then sat back and done nothing about it, only to find that later on someone else has had the same idea, but who also had the self discipline and persistence to do something about it and brought it into reality, leaving you to say to yourself “But I thought of that ages ago”? Recognize something like that in yourself? I know I do!
The qualities we’re talking about apply to every form of human endeavor both great and small, whether it be to win over the person you love, in order for them to become your life partner to much bigger tasks like defeating the scourge of world terrorism. Persistence wins, OK!
If you strongly wish to succeed with anything in life, being persistent is almost always vital to that success. It doesn’t matter whether it’s in business, sporting activity or social life, persistency has an important role to play. Without persistency, it is all too easy to give up, tell yourself you’ll never master it and then go on to the next best thing.
The quality of persistency is something that has enabled man to rise above all animals and succeed in so many areas.
If it wasn’t for persistency, the world would today be a much poorer place than it now is. Have you ever thought that if it wasn’t for the persistence of Edison we may not today have electric lighting? For years his fellow scientists mocked his experiments to create an electric light bulb.
What was his reaction? He said that he hadn’t failed, he had succeeded many times in discovering how not to make the light bulb work. But he persistently carried on until one day, Bingo it worked! How many times must he have felt like giving up, but no. His persistency won through in the end. What elation he must have felt on that day. It had all been worthwhile! As Sir Winston Churchill once said “Success is the ability to go from failure to failure with no loss of enthusiasm”
Always be enthusiastic about things you want to achieve without giving in. In another of Sir Winston Churchill’s famous speeches he said “Never give in - never, never, never, never, in nothing great or small, large or petty, never give in, except to convictions of honor and good sense”.
So you see, throughout history mankind’s greatest achievements would never have come about were it not for dogged persistence on the part of the achievers. According to another well known phrase, “There is no gain without pain”
Persistence and self discipline go hand in hand. You can’t’ have one without the other.
Whatever it is you want to achieve, whatever goal you set yourself, you cannot and will not succeed without those two elements of persistence and self discipline. Whenever you’re working on your chosen subject, there will be times when your enthusiasm wanes. You will feel that you do not wish to carry on, you’re bored, and everything you try to do doesn’t seem to work. You want to give up and try something else. That’s the time when your self discipline has to “kick in” because if you do give up and then go onto something new, you’ll find that you’ll be doing that over and over again. You’ll be hopping, grasshopper like, from one project to the next and never getting anywhere. I know I’ve been guilty of that myself in the past.
The world is full of talented people, some with brilliant ideas who never achieve anything because they have lacked those two essential qualities of self discipline and persistence. Sometimes we can recognize the lack of those essential elements within ourselves. For instance….
Have you ever had a good (or even brilliant) idea about how to do or improve something and then sat back and done nothing about it, only to find that later on someone else has had the same idea, but who also had the self discipline and persistence to do something about it and brought it into reality, leaving you to say to yourself “But I thought of that ages ago”? Recognize something like that in yourself? I know I do!
The qualities we’re talking about apply to every form of human endeavor both great and small, whether it be to win over the person you love, in order for them to become your life partner to much bigger tasks like defeating the scourge of world terrorism. Persistence wins, OK!
Should you never give up on anything, whatever the reason?
Clearly, the answer to that question is NO. Remember Winston Churchill’s advice? You should never give in to anything except to convictions of good sense.
Good sense is the other element that is needed in order to be successful in any endeavor.
Do you know the story about Microsoft?
You know, of course that it is today one of the most successful and powerful businesses that has ever existed. Did you know that before Microsoft ever came into existence, Bill Gates and his business partner, Paul Allen, formed a company named Traf-O-Data, which they ran for several years? They eventually gave up on the idea for good reasons best known to themselves. They then formed Microsoft. The rest, as they say, is history.
The lesson to be learned therefore is to always have self discipline and persistence, but to temper that concept with good sense and if necessary to try again with the knowledge you have gained from the previous endeavor. That way, success will surely be yours.
Frederick Brooker is a writer and researcher in the field of self improvement. He has created a complimentary video that helps you overcome the worry of what people think of you. Without watching it you will probably never be able to experience life the way you deserve to
By:Frederick Brooker
If you strongly wish to succeed with anything in life, being persistent is almost always vital to that success. It doesn’t matter whether it’s in business, sporting activity or social life, persistency has an important role to play. Without persistency, it is all too easy to give up, tell yourself you’ll never master it and then go on to the next best thing.
The quality of persistency is something that has enabled man to rise above all animals and succeed in so many areas.
If it wasn’t for persistency, the world would today be a much poorer place than it now is. Have you ever thought that if it wasn’t for the persistence of Edison we may not today have electric lighting? For years his fellow scientists mocked his experiments to create an electric light bulb.
What was his reaction? He said that he hadn’t failed, he had succeeded many times in discovering how not to make the light bulb work. But he persistently carried on until one day, Bingo it worked! How many times must he have felt like giving up, but no. His persistency won through in the end. What elation he must have felt on that day. It had all been worthwhile! As Sir Winston Churchill once said “Success is the ability to go from failure to failure with no loss of enthusiasm”
Always be enthusiastic about things you want to achieve without giving in. In another of Sir Winston Churchill’s famous speeches he said “Never give in - never, never, never, never, in nothing great or small, large or petty, never give in, except to convictions of honor and good sense”.
So you see, throughout history mankind’s greatest achievements would never have come about were it not for dogged persistence on the part of the achievers. According to another well known phrase, “There is no gain without pain”
Persistence and self discipline go hand in hand. You can’t’ have one without the other.
Whatever it is you want to achieve, whatever goal you set yourself, you cannot and will not succeed without those two elements of persistence and self discipline. Whenever you’re working on your chosen subject, there will be times when your enthusiasm wanes. You will feel that you do not wish to carry on, you’re bored, and everything you try to do doesn’t seem to work. You want to give up and try something else. That’s the time when your self discipline has to “kick in” because if you do give up and then go onto something new, you’ll find that you’ll be doing that over and over again. You’ll be hopping, grasshopper like, from one project to the next and never getting anywhere. I know I’ve been guilty of that myself in the past.
The world is full of talented people, some with brilliant ideas who never achieve anything because they have lacked those two essential qualities of self discipline and persistence. Sometimes we can recognize the lack of those essential elements within ourselves. For instance….
Have you ever had a good (or even brilliant) idea about how to do or improve something and then sat back and done nothing about it, only to find that later on someone else has had the same idea, but who also had the self discipline and persistence to do something about it and brought it into reality, leaving you to say to yourself “But I thought of that ages ago”? Recognize something like that in yourself? I know I do!
The qualities we’re talking about apply to every form of human endeavor both great and small, whether it be to win over the person you love, in order for them to become your life partner to much bigger tasks like defeating the scourge of world terrorism. Persistence wins, OK!
If you strongly wish to succeed with anything in life, being persistent is almost always vital to that success. It doesn’t matter whether it’s in business, sporting activity or social life, persistency has an important role to play. Without persistency, it is all too easy to give up, tell yourself you’ll never master it and then go on to the next best thing.
The quality of persistency is something that has enabled man to rise above all animals and succeed in so many areas.
If it wasn’t for persistency, the world would today be a much poorer place than it now is. Have you ever thought that if it wasn’t for the persistence of Edison we may not today have electric lighting? For years his fellow scientists mocked his experiments to create an electric light bulb.
What was his reaction? He said that he hadn’t failed, he had succeeded many times in discovering how not to make the light bulb work. But he persistently carried on until one day, Bingo it worked! How many times must he have felt like giving up, but no. His persistency won through in the end. What elation he must have felt on that day. It had all been worthwhile! As Sir Winston Churchill once said “Success is the ability to go from failure to failure with no loss of enthusiasm”
Always be enthusiastic about things you want to achieve without giving in. In another of Sir Winston Churchill’s famous speeches he said “Never give in - never, never, never, never, in nothing great or small, large or petty, never give in, except to convictions of honor and good sense”.
So you see, throughout history mankind’s greatest achievements would never have come about were it not for dogged persistence on the part of the achievers. According to another well known phrase, “There is no gain without pain”
Persistence and self discipline go hand in hand. You can’t’ have one without the other.
Whatever it is you want to achieve, whatever goal you set yourself, you cannot and will not succeed without those two elements of persistence and self discipline. Whenever you’re working on your chosen subject, there will be times when your enthusiasm wanes. You will feel that you do not wish to carry on, you’re bored, and everything you try to do doesn’t seem to work. You want to give up and try something else. That’s the time when your self discipline has to “kick in” because if you do give up and then go onto something new, you’ll find that you’ll be doing that over and over again. You’ll be hopping, grasshopper like, from one project to the next and never getting anywhere. I know I’ve been guilty of that myself in the past.
The world is full of talented people, some with brilliant ideas who never achieve anything because they have lacked those two essential qualities of self discipline and persistence. Sometimes we can recognize the lack of those essential elements within ourselves. For instance….
Have you ever had a good (or even brilliant) idea about how to do or improve something and then sat back and done nothing about it, only to find that later on someone else has had the same idea, but who also had the self discipline and persistence to do something about it and brought it into reality, leaving you to say to yourself “But I thought of that ages ago”? Recognize something like that in yourself? I know I do!
The qualities we’re talking about apply to every form of human endeavor both great and small, whether it be to win over the person you love, in order for them to become your life partner to much bigger tasks like defeating the scourge of world terrorism. Persistence wins, OK!
Should you never give up on anything, whatever the reason?
Clearly, the answer to that question is NO. Remember Winston Churchill’s advice? You should never give in to anything except to convictions of good sense.
Good sense is the other element that is needed in order to be successful in any endeavor.
Do you know the story about Microsoft?
You know, of course that it is today one of the most successful and powerful businesses that has ever existed. Did you know that before Microsoft ever came into existence, Bill Gates and his business partner, Paul Allen, formed a company named Traf-O-Data, which they ran for several years? They eventually gave up on the idea for good reasons best known to themselves. They then formed Microsoft. The rest, as they say, is history.
The lesson to be learned therefore is to always have self discipline and persistence, but to temper that concept with good sense and if necessary to try again with the knowledge you have gained from the previous endeavor. That way, success will surely be yours.
Frederick Brooker is a writer and researcher in the field of self improvement. He has created a complimentary video that helps you overcome the worry of what people think of you. Without watching it you will probably never be able to experience life the way you deserve to
Sunday, February 28, 2010
Leadership In Business
Leadership In Business
As managers we are entrusted with providing fair direction, counseling and evaluation for the benefit of our team members and organization. I have found that employee performance and loyalty is in direct proportion to the amount of respect and support given. Especially during the most challenging times when we all tend to enter into the "fight or flight" response.
Treating others the way you would like to be treated yourself is a good 'rule of thumb'. Try to check all the facts before making a response, and do it in person and in private when coaching improvements. Self help pioneer Dale Carnegie said that when you want to give praise, do it in writing and tell the world ... and when you want to coach an improvement, do it verbally and in private, and may I add 'using a kind voice'.
Always try to think about how your interaction will pave the road towards future improved relations (avoiding blame or judgment). Remember, that we all made choices (however flawed) believing they served us best at that time.
Assume that whatever you write, e-mail or otherwise express will end up being heard or read by the people affected by the message. So try to be as positive as possible with the future goals in mind.
When deciding to be "tough" or "kind", try to be kind. Somehow just having that intention will produce the best results in the end. And no matter how crafty or logical our reasoning may be, the results usually end up poorly if we try to take advantage of another person. Even if no one finds out, the most important person already knows and that person will suffer a reduced self-esteem. That person, of course, is you.
When it comes to money and business, this message can sometimes be forgotten; here is a personal story:
I am a rental property owner. Last spring a tenant, who had signed to remain until the end of August, told me that she wanted to move out at the end of the month for personal reasons. By the letter of our lease agreement, I could have insisted she stay or demand payment for the remaining 4 months. I was torn for several weeks between what seemed to make sense from a business point of view (insist on honoring the lease terms ... fearing no one would want to rent in the summer) and what seemed like the kind thing to do.
In the end, I just did what felt right and released her from the lease, trusting that things would work out. In gratitude, she paid for an extra month as compensation for the early leave. Then, just a week prior to the end of that paid month I found another tenant at an even higher rental rate. I smile to this day knowing that somehow our best intentions do pay "even in the business world"!
So, try to trust in what feels right inside, especially during those challenges we all face.
--- Copyright © 2009 Edward G. Drennan
Many thanks to Livia & Corie for their helpful comments and encouragement on this and the other student postings!
Bookmark and Share
As managers we are entrusted with providing fair direction, counseling and evaluation for the benefit of our team members and organization. I have found that employee performance and loyalty is in direct proportion to the amount of respect and support given. Especially during the most challenging times when we all tend to enter into the "fight or flight" response.
Treating others the way you would like to be treated yourself is a good 'rule of thumb'. Try to check all the facts before making a response, and do it in person and in private when coaching improvements. Self help pioneer Dale Carnegie said that when you want to give praise, do it in writing and tell the world ... and when you want to coach an improvement, do it verbally and in private, and may I add 'using a kind voice'.
Always try to think about how your interaction will pave the road towards future improved relations (avoiding blame or judgment). Remember, that we all made choices (however flawed) believing they served us best at that time.
Assume that whatever you write, e-mail or otherwise express will end up being heard or read by the people affected by the message. So try to be as positive as possible with the future goals in mind.
When deciding to be "tough" or "kind", try to be kind. Somehow just having that intention will produce the best results in the end. And no matter how crafty or logical our reasoning may be, the results usually end up poorly if we try to take advantage of another person. Even if no one finds out, the most important person already knows and that person will suffer a reduced self-esteem. That person, of course, is you.
When it comes to money and business, this message can sometimes be forgotten; here is a personal story:
I am a rental property owner. Last spring a tenant, who had signed to remain until the end of August, told me that she wanted to move out at the end of the month for personal reasons. By the letter of our lease agreement, I could have insisted she stay or demand payment for the remaining 4 months. I was torn for several weeks between what seemed to make sense from a business point of view (insist on honoring the lease terms ... fearing no one would want to rent in the summer) and what seemed like the kind thing to do.
In the end, I just did what felt right and released her from the lease, trusting that things would work out. In gratitude, she paid for an extra month as compensation for the early leave. Then, just a week prior to the end of that paid month I found another tenant at an even higher rental rate. I smile to this day knowing that somehow our best intentions do pay "even in the business world"!
So, try to trust in what feels right inside, especially during those challenges we all face.
--- Copyright © 2009 Edward G. Drennan
Many thanks to Livia & Corie for their helpful comments and encouragement on this and the other student postings!
Bookmark and Share
Subscribe to:
Comments (Atom)